Home / Metropolitan / Kemacetan Parah Setiap Hari di Jembatan Layang Tak Sudah Kalibata

Kemacetan Parah Setiap Hari di Jembatan Layang Tak Sudah Kalibata

Kemacetan Parah Setiap Hari di Jembatan Layang Tak Sudah Kalibata

Kemacetan Parah Setiap Hari di Jembatan Layang Tak Sudah Kalibata – Jika Anda termasuk salah satu pengendara yang harus melewati jalan raya Kalibata setiap pagi atau di sore hari mungkin sudah sangat terbiasa dengan kondisi kemacetan parah yang terjadi di jembatan layang yang dibangun tepat diatas kali Ciliwung. Kemacetan panjang sudah dimulai dari bagian tengah jembatan layang yang melintasi rel kereta api di depan Plaza Kalibata dan bergerak sangat lambat sampai ke pertigaan Jambul Dewi Sartika Jakarta Timur.

Penyebab utama kemacetan ini adalah penyempitan dijalur masuk “Jembatan Layang Tak Sudah” disebut begitu karena jembatan layang yang selesai dibangun awal tahun 2011 baru selesai setengahnya dan tidak ada tanda-tanda akan diselesaikan menjadi dua jalur penuh seperti bagian tengah jembatan layang yang cukup lebar untuk 2 jalur di kiri dan di kanan.




Karena jembatan kali ciliwung dibagian bawahnya sudah dibongkar maka jembatan layang ini menjadi satu-satunya akses untuk menyeberang bagi semua kendaraan bermotor seperti motor dan mobil dari golongan mobil kecil sampai truk besar. Jembatan ini juga menjadi satu-satunya akses bagi para pedagang yang menggunakan gerobak dorong karena jembatan kecil yang dibangun dibekas jembatan lama hanya bisa digunakan untuk penyeberangan orang. Terkadang aktifitas pedagang yang mendorong gerobaknya sepanjang jembatan jembatan ini menyebabkan kemacetan yang semakin parah karena banyak motor dan mobil yang harus berjalan pelang mengikuti sang pedagang gerobak.

Selain kondisi jembatan yang sempit dan tidak tau kapan akan diperlebar, di ujung jembatan layang ini terjadi pertemuan lalu lintas yang cukup padat dari arah Dewi Sartika dan Cililitan. Sering terjadi pengemudi Kopaja T57 jurusan Blok M – Kampung Rambutan menyerobot dan berhenti menunggu lampu menyala hijau di jalur kiri yang seharusnya digunakan oleh kendaraan yang akan berbelok kearah jalan Dewi Sartika, akibatnya semakin parah kemacetan yang ditimbulkan. Oknum polisi lalu lintas yang bertugas seperti nya malas untuk mengatur atau menindak pengemudi Kopaja ini dan hal ini membuat hampir semua pengemudi angkotan umum termasuk Kopaja besar kepala dan berani melanggar setiap rambu atau aturan lalu lintas.

Memasuki pertengahan Agustus ini kemacetan ini menjadi semakin parah karena di depan pusat perbelanjaan Pusat Grosir Cililitan sedang dilakukan pengerjaan pengecoran jalan yang banyak dikeluhkan oleh pengguna jalan karena dikejakan di pagi hari saat aktiftas dan trafik sedang padat. Seharusnya dilakukan pada saat trafik sudah mulai sepi seperti tengah malam atau dini hari, seperti yang dilakukan oleh pemerintahan DKI Jakarta sebelumnya.

About u8mealive

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *