Home / Metropolitan / Jakarta Kini – Mundur, Kumuh, Liar & Menyedihkan
Jakarta Kini - Mundur, Kumuh, Liar & Menyedihkan
Jakarta Kini - Mundur, Kumuh, Liar & Menyedihkan

Jakarta Kini – Mundur, Kumuh, Liar & Menyedihkan

Jakarta Kini – Mundur, Kumuh, Liar & Menyedihkan

Jakarta Kini – Mundur, Kumuh, Liar & Menyedihkan – Tak perlu pernyataan dari pejabat DPRD DKI Jakarta atau dari instansi lain untuk menyatakan bahwa Jakarta kini mundur, kumuh, Liar & menyedihkan karena hampir setiap penduduk DKI Jakarta bisa melihat kemunduran kota nya dari segala sisi. Parahnya kondisi ini sepertinya sengaja dibiarkan untuk kepentingan politik lain yang lebih besar di pemilihan presiden 2019.

Saat ini yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat adalah masalah kemacetan yang disebabkan oleh banyak faktor seperti semakin banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar dan bahkan sampai menggunakan badan jalan. Parahnya kondisi seperti ini seperti “direstui” oleh oknum-oknum Polisi Pamong Praja atau oknum SatPol PP yang ada disekitar lokasi namun tidak melakukan tindakan pencegahan ataupun penindakan. Mereka sepertinya “sangat akrab” dengan permainan “preman” pengatur pedagang kaki lima ini dan bahkan menyumbang kemacetan dengan memarkir kendaraan mereka dibadan jalan dekat lokasi pelanggaran ketertiban umum tersebut.

Berikut adalah beberapa persoalan yang membuat kondisi Jakarta kini semakin memprihatinkan.

Macet Parah

Kemacetan di Jakarta saat ini memang dirasakan semakin parah karena adanya pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan seperti pembangunan MRT dan LRT serta prilaku masyarakat dan oknum petugas pengatur lalu lintas yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dibeberapa tempat diperparah oleh hadirnya sekelompok pedanga kaki lima yang menggunakan badan jalan untuk berjualan menggunakan mobil pickup, sepedamotor gerobak dan gerobak dorong.

Oknum Polisi Lalu Lintas & DLLAJ Selfie LaGi

Bukan rahasia lagi kalau saat ini banyak ditemui oknum Polisi Lintas dan Oknum petugas DLLAJ (Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan) “meng-akali” tugas yang diberikan dengan melakukan Selfie LaGi (Lalu perGi). Maksudnya banyak ditemui oknum polisi yang melakukan swa foto atau minta bantuan pejalan kaki untuk memotret aksinya seolah sedang mengatur lalu lintas, lalu dalam hitungan menit menghilang dari lokasi meninggalkan kemacetan yang semakin parah.




Pengguna Jalan Melanggar Rambu dan Peraturan Lalu Lintas tapi Dibiarin

Tingkat pelanggaran lalu lintas di Jakarta semakin hari semakin parah dan hal ini sepertinya dibiarkan oleh oknum-oknum petugas polisi lalu lintas yang bertugas, bahkan yang teramat menyedihkan banyak kejadian oknum petugas ini ikut melanggar rambu dan peraturan lalu lintas. Tidak dapat dipungkiri sejak terungkapnya praktik pungutan liar atau pungli yang viral di media sosial dan menyebabkan banyak oknum polisi lalu lintas yang terkena sangsi dan belakangan memberikan dampak “hilangnya Polisi Lalu Lintas” di jalan raya saat ini. Kalau dulu banyak sekali polisi lalu lintas disetiap penjuru jalan ibu kota, namun saat ini akan sangat sulit mencari polisi lalu lintas di jalanan.

Pengendara Melawan Arus bahkan Oknum Polisi atau Oknum Anggota TNI ikut melanggar Aturan Lalu Lintas

Perilaku pengendara yang melawan arus atau contra flow memang sudah semakin meresahkan dan sangat membahayakan pelaku atau pengguna jalan lainnya. Parahnya pelaku pengendara yang melawan arus ini terkadang lebih ngotot dan malah marah marah apabila ditegur. dan yang sangat menyedihkan, saat ini Anda bisa temukan di jalanan menuju pasar Tanah Abang dari arah Sarinah Thamrin, ada oknum polisi lalu lintas dan oknum aparat TNI yang ikutan melawan arus dan memasuki jalan satu arah “one way” yang jelas-jelas dipasangi rambu “dilarang masuk”

Kendaraan Motor dan Mobil Pribadi Menggunakan Lampu Strobo Rotator dan Sirine Polisi

Mungkin Anda pernah mengalami kondisi yang menyebalkan disaat berada ditengah kemacetan ada kendaraan mobil pribadi yang tiba-tiba menyalakan sirine dan lampu strobo atau lampu rotator yang seharusnya hanya digunakan oleh mobil petugas yang ditunjuk oleh negara sesuai perundangan yang berlaku. Parahnya kondisi ini sepertinya dibiarkan terus tumbuh sehingga sekarang bisa ditemui mobil ber-nomor polisi dinas TNI atau polri menggunakan sirine dan lampu rotator tersebut padahal mobil itu adalah mobil dinas yang tidak termasuk kategori pengguna fasilitas tersebut seperti mobil angkutan staf karyawan Polisi atau TNI yang ditumpangi oleh pegawai ngeri sipil (PNS) yang jelas tidak berhak menggunakan sirine dan lampu rotator.

 

 

About u8mealive

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *